Create a CC.CC site!
No cost needed
No coding needed

Start now >>
Alamat baru: www.gemapedulibangsa.
Alamat baru: www.gemapedulibangsa.com
Pola menjadi pembisnis yang berkompeten
Everything Else > Education & Learning > Other (Pola menjadi pembisnis yang berkompeten)

Pola menjadi pembisnis yang berkompeten

Persaigan hidup dalam segala bidang sudah sangat ketat, terlebih dalam bidang usaha. Persaingan sudah merasuk hingga tulang sumsum para pembisnis dengan tanpa memandang dari segi kapasitas maupun dari jenis usahanya. Gampang gampang susah, seperti itulah kira-kira mengelola bisnis pada saat ini. Gampang, apabila produk yang kita tawarkan telah menjadi kebutuhan hidup bagi pelanggan. Dan susah, dikarenakan tuntutan pelanggan semakin saabrek-abrek, yang apabila tidak kita penuhi mereka akan mencari alternative produk atau servis. Dengan memahami pola pikir para pelanggan, dan berusaha untuk dapat memenuhi keinginan mereka, kepuasan (customers’ satisfaction) merupakan hasil dari reaksi dari usaha tersebut. Apabila pelanggan telah merasa puas dari hasil produk dan pelayanan kita, itu merupakan kunci utama untuk berlangsungnya putaran roda bisnis kita. Untuk itulah dengan artikel ini diharapkan agar para pembaca dapat lebih mengenali pola pikir dan keinginan para pelanggan, dan juga dapat lebih mengetahui metode pemasaran yang sekiranya dapat mewujudkan kepuasan para pelanggan, sehingga dapat mengurangi resiko kerugian. Sebelum membahas lebih dalam tentang persepsi para pelanggan, terlebih dahulu kita perlu untuk mengenal dua jenis pasar, yaitu:

1. Penentuan pasar (Market Segmentation )

Di dalam teori micro ecconomy, sebelum kita membuka sebuah usaha, terlebih dahulu kita harus dapat menentukan lima macam pertanyaan: “Hendak usaha apakah? Siapakah yang akan mengkonsumsinya? Mampukah para pelanggan untuk dapat membelinya? Bagaimanakah kita akan memproduksi dan untuk memasarkannya? lalu siapakah pula yang akan mengerjakannya?.” Menentukan jenis pasar (market segmentation) sama artinya dengan menarget pelanggan. Sebagai contoh kecilnya; pada saat seseorang memproduksi kerudung itu berarti pasar atau pelanggan yang dia targetkan hanyalah untuk kalangan para kaum wanita, dikarenakan hanya wanitalah yang hendak mengenakan kerudung tersebut. Sedangkan apabila seseorang memproduksi baju ihram, maka yang menjadi target pasaran seperti lazimnya adalah orang-orang yang hendak melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Adapun untuk menarget pasar, terdapat beberapa faktor pendukung yang sangat menentukan, diantaranya: Demographic yang meliputi dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, Geographic yaitu mencakup lingkungan, masyarakat, dan lifestyle atau pola hidup per individu maupun masyarakat dan juga budaya. (Kotler,P & Amstrong, G (2001). Principles of Marketing, edisi:9, hal: 64-65.)

2. Mempoposisikan pasar (Market Positioning)

Untuk mempoposisikan sebuah pasar, maka sagatlah perlu untuk mengenali jalan pikiran pelanggan dan berusaha untuk membuka tabir ketertutupan (stealth marketing), metode agar customers mulai mengenal lalu mencitai produk atau layanan yang kita tawarkan. Dengan kata lain Market positioning adalah bagaimana agar para pelanggan dapat merasakan pentingnya produk yang kita tawarkan dan yang kita miliki dalam melengkapi kehidupan mereka (Kotler. P & Amstrong. A, 2001). Sebagai contoh, sering kita melihat ataupun membaca sebuah iklan soft drink “Coca Cola” diberbagai media masa. Perusahaan soft drink tersebut telah mengeluarkan milyaran dolar sebagai dana promosi dengan menyewa jasa para bintang dalam dunia entertainment untuk mempromosikan produk tersebut. Sedangkan minuman yang mereka promosikan harganya untuk di negara Uni Arab Emirates tidak lebih dari satu dirham per botolnya. Namun walhasil peranan tersebut dapat terwujudlah suatu image di dalam pikiran para pelanggan, bahwasanya Coca cola adalah merupakan jenis minuman kebanggaan yang dapat melengkapi kebutuhan hidup dalam setiap suasana dan untuk berbagai kalangan. Dengan demikian, mengenali pola pikir para pelanggan dengan menguasai jalan pikiran mereka (black box) sangatlah berperan penting dalam menentukan pencapaian target pemasaran produk.

Pelanggan merupakan peranan penting dalam menentukan untung ruginya pada perusahaan. Sebab tanpa adanya pelanggan yang membeli produk atau jasa tersebut, maka roda bisnis tidak akan mungkin dapat berputar. Karena itulah, sangat perlu bagi kita untuk dapat memikat hati mereka dengan cara berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan dengan memperbaiki kualitas pelayanan. Terdapat beberapa persepsi nasabah yang sifatnya sangat sensitive, yang apabila hal itu terabaikan akan berdampak kurang menguntungkan bagi ke dua fihak. Adapun persepsi tersebut meliputi: reliability, assurance, Responsiveness, empathy dan tangible. (Info Bank, Persepsi nasabah dalam lima dimensi, Edisi ke: 27, hal: 18-20).

Reliability (kualitas pelayanan) atau dapat juga disebut dengan service quality. Kualitas pelayanan adalah merupakan senjata ampuh dalam mempertahankan dan menggaet nasabah baru. Reliability sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi pelayanan dan ketepatan waktu yang di janjikan, mampu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi para pelanggan, meminimalisir kesalahan dalam melakukan transaksi jual beli, dan pemprosesan suatu pekerjaan dengan akurat (Armia. C, 2005). Janji reliability sangat perlu untuk di realisasikan, sebab janji itu merupakan sebuah hutang yang harus di bayar. Namun tidak jarang kita dapati sebuah produk dengan iming-iming janji yang setinggi langit namun pencapaiannya tidak jauh dari setinggi bukit.

Assurance (rasa aman dan kepercayaan pelanggan di saat bertransaksi). Dikala customers telah merasa aman dan percaya dalam menggunakan produk maupun jasa kita, dengan tanpa harus banyak mengobral janji dengan sendirinya meraka akan menjadi loyal kepada kita. Sebab keamanan dan kepercayaan merupakan persyaratan yang amat mendasar yang harus di penuhi dikala melakukan transaksi. Sebab semegah apapun gedung perusahaan yang kita miliki dan sebagus apapun produk maupun pelayanan yang kita tawarkan kepada mereka, apabila rasa aman dan kepercayaan dari customers terhadap kita sudah terkikis maka jangan salahkan mereka jika lebih memilih produk maupun jasa yang lain.

Empathy (memahami kebutuhan para pelanggan). Dalam memahami dan memenuhi kebutuhan para pelanggan sifatnya lebih pribadi. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas, bahwa kebutuhan dan tuntutan para pelanggan saabrek-abrek sedangkan kemampuan yang kita miliki sangatlah terbatas. Adapun kunci empathy adalah dengan kesediaan untuk dapat mendengarkan keluhan pelanggan. Seringkali kita tidak memiliki kesiapan untuk menerima kritikan, dan lebih girang dikala kita mendengar kata-kata pujian. Menerima dan menelan kritikan tidaklah semudah dan seenak menelan kripik. Namun apabila kita dapat mengolah kritikan, justru akan dapat menjadi motorik yang dapat memicu perkembangan usaha kita, dan rasanyapun tidak kalah dengan kripik.

Responsiveness (Kesediaan untuk dapat memberikan bantuan). Dalam bidang usaha, perusahaan apapun tidak boleh mengenyampingkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, warga sekitar ataupun para pelanggannya. Responsiveness adalah kesediaan perusahaan untuk dapat memberikan bantuan atau pertolongan manakala dibutuhkan oleh para pelanggannya. Dengan memperhatikan dan membantu kesulitan para pelanggan, akan menimbulkan reaksi para pelanggan untuk merasa lebih simpati terhadap perusahaan tersebut. Dengan demikian keinginan mereka untuk tetap dapat loyal terhadapnya tidak dapat kita ragukan lagi.

Tangible (Kemampuan pengadaan fasilitas). Melengkapi fasilitas yang di butuhkan dalam usaha sangatlah penting untuk mendukung kualitas pelayanan. Seringkali para pelanggan menganggap penting segi fasilitator karena menyangkut dari segi kecepatan, keakuratan, ketepatan dalam melakukan pelayanan. Dengan tersedianya fasilitas, maka empat dimensi yang di butuhkan oleh para pelanggan sesuai yang terpaparkan diatas dengan mudah dapat terwujud.

Sebagai kesimpulan, bahwa untuk membuka suatu usaha sangatlah penting untuk mengetahui jenis produk maupun jasa dan juga dapat memahami kreteria calon pengguna produk maupun jasa tersebut. Disamping itu pula kepercayaan dan loyalitas dari para pelanggan tidak kalah pentingnya, sebab itu merupakan suatu cara yang paling jitu untuk bisa menjadi pengusaha yang tangguh dalam bersaing. Dengan kemampuan mengungkap pola pikir para pelanggan, dengan memperhatikan keinginan mereka secara lebih kreatif dan inovatif dalam memasarkan poduk maupun jasanya, para customers akan menjadi semakin loyal terhadap kita. Loyalitas sangat dipengaruhi banyak faktor, yang diantaranya rasa kepuasan yang di berikan dalam pelayanan. Sedangkan kepuasan yang terdapat pada para pelanggan sangat di tentukan oleh beberapa dimensi yang diantaranya: reliability, ansurance, empathy, responsiveness dan tangible. Dengan kata lain, kunci usaha kita sangat di tentukan oleh para pelanggan. Beranjak dari sinilah, seperti pepatah yang mengatakan “Costumer adalah raja” maka bersikaplah seperti anda seorang “pelayan”. Dengan di dasari keteguhan dalam berusaha dan berdoa kepada Allah yang maha kuasa, serta menerapkan beberapa strategi diatas, diharapkan agar dapat tergapai kesuksesan kita dalam bidang usaha. Karena “sesungguhnya Allah tidak akan pernah merubah nasib suatu umat, sehingga mereka berusaha untuk dapat merubahnya”.


[Usaha, Juwakhid Hadi S.N.T. Mahasiswa jurusan Marketing, U.A.E. University, Jumat, 20 Maret 2009]
 
41 Keutamaan Wanita(27)  -  Coretan kamu(7)  -  Munajat Cinta Puisi(3)  -  Pembukaan(2)  -  Cerbung OLEH: Odik Sumardi(1)  -  Photo(1)  -  Photo Kegiatan(1)  -  Agenda Gema...(1)
Mohon maaf, website telah kami pindahkan ke alamat www.gemapedulibangsa.com
Alamat website baru gema : www.gemapedulibangsa.com


If you suspect illegal content or abuse, please report abuse.